|
Susu Kedelai Organik dari Amanah Ummah Bermula untuk membuktikan bahwa berkelompok itu mampu menghasilkan sesuatu, maka Amanah Umah, kelompok yang tergabung dalam Jarpuk Ngudi Lestari membuat sebuah produk.” Semangat untuk membuat produk kelompok itu berdasar keinginan anggota agar keberadaan kelompok tetap ada,” jelas Murniarti Dharsono, Ketua Kelompok Amanah Ummah. “ Disamping juga bisa menjadi pendapatan kelompok,” lanjutnya. Bagi Amanah Ummah yang sudah berdiri sejak tahun 2007, membuat produk unggulan kelompok adalah kebanggaan tersendiri. Kelompok yang terdiri dari 27 anggota ini sudah memimpikannya sejak lama. Susu kedelai organik menjadi pilihan. Alasannya, cara membuatnya yang mudah, menjualnya juga gampang dan diminati banyak orang. Yang paling penting adalah bahannya yang merupakan kedelai organik itu berasal dari anggota kelompok. Hasilnya peluncuran produk pertama, Senin 1 Februari 2010 ini, 57 bungkus susu kedelai organik habis terjual.
Susu kedelai organik buatan Amanah Ummah lain daripada yang lain. Karena merupakan produk unggulan, maka ada ciri tersendiri. Selain bahannya dari kedelai organik, semua bahan untuk membuatnya juga alami. Gulanya murni, tidak ada bahan pengawet dan pewarna, juga tidak ada perasa, kalau pun ada rasa memakai madu atau coklat. Kelompok Amanah Ummah menyadari bahwa perlu membuat produk yang aman. “Gula sendiri kan sebenarnya sudah ada pengawetnya kalau ditambah perasa yang ada pewarna dan pengawet, susu itu menjadi tidak sehat lagi,” beber Esti Kuswandari salah satu anggota Kelompok Amanah Ummah menjelaskan. Amanah Ummah mewajibkan anggotanya untuk memasarkannya. Setiap anggota berkewajiban menjualkan 2 bungkus susu kedelai, selain dititpkan ke toko dan warung. Ke depan, diharapkan setiap anggota kelompok menjual 5 bungkus. Sehingga dalam satu hari sekitar 150 bungkus mampu terjual. Sementara untuk pembuatannya ditangani oleh bu Murni, bu Abibah dan bu Ning. Penghasilan dari menjual produk ini untuk membiayai kegiatan kelompok, seperti ikut pameran dan diharapkan nanti keuntungannya bisa untuk membuat produk kelompok lainnya. Jarpuk Ngudi Lestari sendiri memberi kontribusi yang cukup besar, selain memberi modal berupa uang yang sebenarnya untuk mendukung pertemuan kelompok, tapi uang itu dikumpulkan untuk membuat produk unggulan, juga subsidi peralatan berupa termos penghangat. Kelompok Amanah Ummah berharap produk ini menjadi salah satu kekayaan kuliner di Kota Solo ini. “ Bisa juga untuk menghadang produk minuman luar yang mulai membanjiri pasaran,” kata Esti. Ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlewati artinya produk unggulan ini selain untuk menunjukkan keberadaan kelompok juga bisa mendatangkan penghasilan juga untuk melestarikan kuliner lokal. (ren)
 |